Sejarah Club Spanyol
Rabu, 01 April 2015
Espanyol
Profile dan Sejarah Espanyol – Pemain Espanyol – Reial Klub Deportiu Espanyol de Barcelona atau biasa dikenal dengan sebutan RCD Espanyol, merupakan sebuah klub olahraga termasuk sepak bola pria maupun wanita yang berbasis di Barcelona, Spanyol. Klub ini terkenal karena tim sepakbolanya. Espanyol bermarkas pusat di Estadi Cornella-El Prat dengan kapasitas 40.500 kursi untuk penonton. Stadion tersebut menjadi tempat bermain kandangnya Espanyol sejak 2 Agustus 2009. Espanyol sebelumnya bermain di Estadi Olimpic Lluís Companys yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1992, dan Estadi de Sarria, yang menjadi tuan rumah FIFA Piala Dunia 1982.
Espanyol didirikan pada 28 Oktober 1900 oleh Ángel Rodríguez, seorang mahasiswa teknik di University of Barcelona. Markas pertama klub tersebut berada di distrik elit Sarria yang pada awalnya dikenal sebagai Sociedad Española de Football. Satu tahun kemudian, klub berganti nama ke Club de Fútbol Español. Espanyol adalah klub pertama di Spanyol yang dibentuk secara eksklusif oleh fans Spanyol. Awalnya Espanyol bermain dengan kostum kandang berwarna kuning cerah, dengan warna celana pendek putih yang berasal dari kain sisa industri, untuk setiap pemain individu. Seorang teman dari pendiri klub ini memiliki bisnis tekstil dan kebetulan memiliki banyak bahan kuning yang tersisa dari pekerjaannya. Pada tahun 1910, klub berganti nama ke Club Deportivo Español dan memilih warna garis-garis biru dan putih sebagai warna atasan dan sebagai warna utama dari lencana klub. Biru dan putih dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada warna yang ada pada perisai Sisilia-Aragon Roger Laksamana de Lluria yang berlayar di Mediterania melindungi kepentingan Kerajaan Aragon di Abad Pertengahan.
Hingga sekarang klub ini telah berhasil memenangkan banyak kemenangan diantaranya empat kali juara Coppa del Rey dari 75 musim kehadirannya di La Liga, runner-up dua kali di UEFA Cup dari 7 kali partisipasi, dan diawali dengan juara Campionat de Catalunya pada tahun 1903.
Panggilan : Periquitos (Parakeets), Blanquiblaus (White and Blues), Mágico (Magic)
Didirikan : 28 October 1900 (dengan nama Sociedad Española de Football)
Didirikan : Estadi Cornellà-El Prat, Barcelona, Catalonia,
Chairman : Ramon Condal
Manager : Mauricio Pochettino
Profil Valencia
Profil Singkat
Nama klub: Valencia Club de Futbol
Julukan: Los Che, Marengots, Xotos
Berdiri: 1919
Stadion: Mestalla Estadio, Valencia (Kapasitas, 55.000 penonton)
Ketua klub: Vicente Soriano
Manajer: Unai Emery
Sejarah Singkat
Valencia Club de Futbol (CF) dibentuk di Torino Bar pada 1919. Presiden pertama klub adalah Octaio Augusto Milego Diaz, dibantu wakilnya Gonzalo Medina Pernas, yang sama-sama bertekad membangun klub sepakbola yang kuat dan disegani di kota Valencia.
Uniknya, keputusan untuk memilih presiden klub antara Milego dan Medina ditentukan dengan melempar koin. Keduanya bekerjasama untuk membangun kekuatan klub bersama dengan beberapa anggota dewan direksi lainnya.
Pada saat itu tidak mudah untuk mengembangkan klub sepakbola. Minat masyarakat dan media lebih tertuju pada masalah sosial-politik, apalagi Perang Dunia Pertama baru saja usai. Olahraga, ternasuk sepakbola, bukan hal yang utama dan banyak digemari di Spanyol.
Meski begitu, Milego dan Median tidak patah semangat. Mereka sangat yakin Valencia bisa segera eksis dan berkembang. Saat itu memang sudah ada beberapa klub sepakbola di Valencia, meski tidak ada yang terlalu menonjol. Masyarakat Valencia sudah tahu banyak soal sepakbola karena kaum pedagang mereka kerap berkunjung ke Inggris. Merekalah yang banyak menularkan pengaruh sepakbola ke masyarakat Valencia.
Markas pertama Los Che adalah stadion Algiros. Mereka pertama kali bermain di stadion tersebut pada 7 Desember 1919 menghadapi Castellon Castalia. Sejak 1923, Valencia pindah ke stadion baru, Mestalla, yang lebih representatif dan masih dijadikan kandang mereka sampai saat ini.
Pertandingan pertama di Mestalla diadakan pada 20 Mei 1923, dengan menghadapi tim sekota Levante UD. Valencia menang 1-0 berkat gol bersejarah dari Montes. Pelatih resmi pertama mereka adalah Antonin Fivebr dari Republik Ceko.
Pada 1928, untuk pertama kalinya mereka berlaga di liga domestik Spanyol. Sebelum mencapai kasta tertinggi, Divisi Satu (La Liga), Valencia harus melewati seleksi dan merangkak lebih dulu dari Divisi Dua.
Pada musim 1930/31, Valencia akhirnya berhasil menembus La Liga dan mengawali kiprah mereka di kasta teratas liga sepakbola negeri Matador itu pada musim 1931/32. Gelar pertama sebagai juara La Liga diperoleh pada musim 1941/42. Tapi gelar pertama didapat pada 1941 dengan menjuarai Piala Raja dengan mengalahkan Espanyol di final.
Sejak saat itu, Valencia diakui sebagai salah satu klub terkuat dan disegani di Spanyol. Dekade 1940-an merupakan masa keemasan klub dengan meraih tiga kali gelar La Liga. Setelah itu prestasi mereka menurun dan sepi dari gelar.
Di awal 1960-an, Valencia justru mampu lebih berprestasi di Eropa. Mereka merebut gelar Piala UEFA dua kali berurutan, pada 1962 dan 1963. Sedangkan di kompetisi domestik, hanya nenjadi juara Piala Raja pada 1967. Mereka kembali bangkit pada awal dan akhir 1970-an.
Saat menjuarai La Liga pada musim 1970/71, Valencia dilatih oleh Alfredo Di Stefano, mantan pemain legendaris Real Madrid. Pada akhir dekade ini, mereka memiliki striker asal Argentina Mario Kempes yang dikontrak pada 1976. Ia menjadi salah satu pujaan pubik Mestalla dan dua kali menjadi top skor La Liga (musim 1976/77 dan 1977/78). Kempes ikut berperan saat Valencia berhasil menjuarai Piala Winners pada 1980.
Memasuki awal 1980-an, prestasi Valencia menurun drastis dan bahkan sempat degradasi ke Divisi Dua (Segunda Division) pada 1986. Untungnya, dalam satu musim mereka berhasil kembali promosi ke La Liga.
Kebangkitan dan kejayaan Valencia baru terulang lagi pada awal abad ke-21. Mereka dua kali berturut-turut masuk final Liga Champions pada 2000 dan 2001. Sayangnya, mereka kalah di dua pertandingan tersebut, masing-masing dari Real Madrid dan Bayern Munchen.
Kedatangan Rafael Benitez pada awal musim 2001/02 mengubah peruntungan klub. Di musim pertamanya, Rafa langsung memberikan gelar juara La Liga, gelar liga pertama dalam 31 tahun terakhir. Valencia kembali menjuarai La Liga pada musim 2003/04 sekaligus menjuarai Piala UEFA. Prestasi tersebut terbilang luar biasa karena La Liga dalam beberapa tahun terakhir lebih didominasi Madrid dan Barca. Musim itu merupakan musim terakhir Rafa sebelum pindah ke Inggris untuk membesut Liverpool FC pada 2004.
Kepergian Benitez, membuat prestasi Valencia agak menurun, tapi mereka tetap bertahan di papan atas dan salah satu tim yang disegani di La Liga. Ronald Koeman sempat mempersembahkan gelar Piala Raja pada 2008. Tapi karena lebih sering menimbulkan konflik internal, Koeman pun dipecat. Setelah musim 2007/08, para petinggi Valencia mendapuk pelatih berpengalaman Unai Emery sebagai manajer baru mereka.
Musim 2008/09
Sampai pekan ke-17 La Liga, Valencia berada di peringkat kedua, dibawah Barcelona. Los Che tertinggal 11 poin dari Barca yang sudah mendulang 44 poin. Mereka dibayang-bayangi Real Madrid dan Sevilla yang hanya tertinggal satu poin.
Meski agak sulit menggeser Barca, setidaknya Valencia berpeluang besar menduduki urutan kedua agar langsung lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions musim depan.
Valencia juga punya peluang juara di Piala UEFA dan mempertahankan gelar Piala Raja.
Valencia termasuk salah satu klub La Liga yang mayoritas pemain intinya adalah pemain asli Spanyol, diantaranya, Carlos Marchena, Raul Albiol, David Albelda, David Villa, David Silva, Ruben Baraja, Joaquin da Fernando Morientes.
Musim ini juga merupakan yang terakhir mereka bermarkas di Mestalla. Saat ini stadion baru berkapasitas 75.000 tengah dibangun. Stadion yang dinamakan Nou Mestalla rencananya akan mulai digunakan pada musim 2009/10. Sampai akhir 2008, Valencia mempunyai anggota suporter resmi ketiga terbanyak di seluruh dunia. Di musim ini mereka mempunyai 50.000 orang lebih pemegang tiket terusan dan lebih dari 20.000 orang masuk dalam daftar tunggu (waiting list).
Lambang klub
Lambang klub berupa garis berwarna merah dan kuning merupakan lambang kota Valencia. Sedangkan lambang kelelawar juga diinspiras dari lambang kota Valencia. Alasan kelelawar atau Los Che dalam bahasa Spanyol, dipakai sebagai lambang kota dan klub mempunyai dua versi.
Versi pertama, kelelawar merupakan satwa yang cukup banyak dijumpai di Valencia. Versi kedua, berkaitan dengan Raja James I dari Aragon yang menaklukkan Valencia dan Kepulauan Balearic pada abad ke-13. Setelah menumpas perlawanan bangsa Moor di Valencia, Raja James I memasuki kota dan ada seekor kelelawar mendarat diatas bendera yang dibawanya.
Sang Raja menganggap itu sebuah pertanda baik. Tak lama kemudian Raja James I memberikan kemerdekaan pada kerajaan Valencia, sekaligus membebaskan mereka dari penguasaan kerajaan Catalan dan Aragonese. Karena itulah, Raja James I dianggap sebagai salah satu pahlawan bagi masyarakat Valencia.
Prestasi:
Gelar Domestik
Enam kali juara La Liga: 1941/42, 1943/44, 1946/47, 1970/71, 2001/02, 2003/04
Tujuh kali juara Piala Raja: 1941, 1949, 1954, 1967, 1979, 1999, 2008
Dua kali juara Supercopa Spanyol: 1949, 1999
Nama klub: Valencia Club de Futbol
Julukan: Los Che, Marengots, Xotos
Berdiri: 1919
Stadion: Mestalla Estadio, Valencia (Kapasitas, 55.000 penonton)
Ketua klub: Vicente Soriano
Manajer: Unai Emery
Sejarah Singkat
Valencia Club de Futbol (CF) dibentuk di Torino Bar pada 1919. Presiden pertama klub adalah Octaio Augusto Milego Diaz, dibantu wakilnya Gonzalo Medina Pernas, yang sama-sama bertekad membangun klub sepakbola yang kuat dan disegani di kota Valencia.
Uniknya, keputusan untuk memilih presiden klub antara Milego dan Medina ditentukan dengan melempar koin. Keduanya bekerjasama untuk membangun kekuatan klub bersama dengan beberapa anggota dewan direksi lainnya.
Pada saat itu tidak mudah untuk mengembangkan klub sepakbola. Minat masyarakat dan media lebih tertuju pada masalah sosial-politik, apalagi Perang Dunia Pertama baru saja usai. Olahraga, ternasuk sepakbola, bukan hal yang utama dan banyak digemari di Spanyol.
Meski begitu, Milego dan Median tidak patah semangat. Mereka sangat yakin Valencia bisa segera eksis dan berkembang. Saat itu memang sudah ada beberapa klub sepakbola di Valencia, meski tidak ada yang terlalu menonjol. Masyarakat Valencia sudah tahu banyak soal sepakbola karena kaum pedagang mereka kerap berkunjung ke Inggris. Merekalah yang banyak menularkan pengaruh sepakbola ke masyarakat Valencia.
Markas pertama Los Che adalah stadion Algiros. Mereka pertama kali bermain di stadion tersebut pada 7 Desember 1919 menghadapi Castellon Castalia. Sejak 1923, Valencia pindah ke stadion baru, Mestalla, yang lebih representatif dan masih dijadikan kandang mereka sampai saat ini.
Pertandingan pertama di Mestalla diadakan pada 20 Mei 1923, dengan menghadapi tim sekota Levante UD. Valencia menang 1-0 berkat gol bersejarah dari Montes. Pelatih resmi pertama mereka adalah Antonin Fivebr dari Republik Ceko.
Pada 1928, untuk pertama kalinya mereka berlaga di liga domestik Spanyol. Sebelum mencapai kasta tertinggi, Divisi Satu (La Liga), Valencia harus melewati seleksi dan merangkak lebih dulu dari Divisi Dua.
Pada musim 1930/31, Valencia akhirnya berhasil menembus La Liga dan mengawali kiprah mereka di kasta teratas liga sepakbola negeri Matador itu pada musim 1931/32. Gelar pertama sebagai juara La Liga diperoleh pada musim 1941/42. Tapi gelar pertama didapat pada 1941 dengan menjuarai Piala Raja dengan mengalahkan Espanyol di final.
Sejak saat itu, Valencia diakui sebagai salah satu klub terkuat dan disegani di Spanyol. Dekade 1940-an merupakan masa keemasan klub dengan meraih tiga kali gelar La Liga. Setelah itu prestasi mereka menurun dan sepi dari gelar.
Di awal 1960-an, Valencia justru mampu lebih berprestasi di Eropa. Mereka merebut gelar Piala UEFA dua kali berurutan, pada 1962 dan 1963. Sedangkan di kompetisi domestik, hanya nenjadi juara Piala Raja pada 1967. Mereka kembali bangkit pada awal dan akhir 1970-an.
Saat menjuarai La Liga pada musim 1970/71, Valencia dilatih oleh Alfredo Di Stefano, mantan pemain legendaris Real Madrid. Pada akhir dekade ini, mereka memiliki striker asal Argentina Mario Kempes yang dikontrak pada 1976. Ia menjadi salah satu pujaan pubik Mestalla dan dua kali menjadi top skor La Liga (musim 1976/77 dan 1977/78). Kempes ikut berperan saat Valencia berhasil menjuarai Piala Winners pada 1980.
Memasuki awal 1980-an, prestasi Valencia menurun drastis dan bahkan sempat degradasi ke Divisi Dua (Segunda Division) pada 1986. Untungnya, dalam satu musim mereka berhasil kembali promosi ke La Liga.
Kebangkitan dan kejayaan Valencia baru terulang lagi pada awal abad ke-21. Mereka dua kali berturut-turut masuk final Liga Champions pada 2000 dan 2001. Sayangnya, mereka kalah di dua pertandingan tersebut, masing-masing dari Real Madrid dan Bayern Munchen.
Kedatangan Rafael Benitez pada awal musim 2001/02 mengubah peruntungan klub. Di musim pertamanya, Rafa langsung memberikan gelar juara La Liga, gelar liga pertama dalam 31 tahun terakhir. Valencia kembali menjuarai La Liga pada musim 2003/04 sekaligus menjuarai Piala UEFA. Prestasi tersebut terbilang luar biasa karena La Liga dalam beberapa tahun terakhir lebih didominasi Madrid dan Barca. Musim itu merupakan musim terakhir Rafa sebelum pindah ke Inggris untuk membesut Liverpool FC pada 2004.
Kepergian Benitez, membuat prestasi Valencia agak menurun, tapi mereka tetap bertahan di papan atas dan salah satu tim yang disegani di La Liga. Ronald Koeman sempat mempersembahkan gelar Piala Raja pada 2008. Tapi karena lebih sering menimbulkan konflik internal, Koeman pun dipecat. Setelah musim 2007/08, para petinggi Valencia mendapuk pelatih berpengalaman Unai Emery sebagai manajer baru mereka.
Musim 2008/09
Sampai pekan ke-17 La Liga, Valencia berada di peringkat kedua, dibawah Barcelona. Los Che tertinggal 11 poin dari Barca yang sudah mendulang 44 poin. Mereka dibayang-bayangi Real Madrid dan Sevilla yang hanya tertinggal satu poin.
Meski agak sulit menggeser Barca, setidaknya Valencia berpeluang besar menduduki urutan kedua agar langsung lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions musim depan.
Valencia juga punya peluang juara di Piala UEFA dan mempertahankan gelar Piala Raja.
Valencia termasuk salah satu klub La Liga yang mayoritas pemain intinya adalah pemain asli Spanyol, diantaranya, Carlos Marchena, Raul Albiol, David Albelda, David Villa, David Silva, Ruben Baraja, Joaquin da Fernando Morientes.
Musim ini juga merupakan yang terakhir mereka bermarkas di Mestalla. Saat ini stadion baru berkapasitas 75.000 tengah dibangun. Stadion yang dinamakan Nou Mestalla rencananya akan mulai digunakan pada musim 2009/10. Sampai akhir 2008, Valencia mempunyai anggota suporter resmi ketiga terbanyak di seluruh dunia. Di musim ini mereka mempunyai 50.000 orang lebih pemegang tiket terusan dan lebih dari 20.000 orang masuk dalam daftar tunggu (waiting list).
Lambang klub
Lambang klub berupa garis berwarna merah dan kuning merupakan lambang kota Valencia. Sedangkan lambang kelelawar juga diinspiras dari lambang kota Valencia. Alasan kelelawar atau Los Che dalam bahasa Spanyol, dipakai sebagai lambang kota dan klub mempunyai dua versi.
Versi pertama, kelelawar merupakan satwa yang cukup banyak dijumpai di Valencia. Versi kedua, berkaitan dengan Raja James I dari Aragon yang menaklukkan Valencia dan Kepulauan Balearic pada abad ke-13. Setelah menumpas perlawanan bangsa Moor di Valencia, Raja James I memasuki kota dan ada seekor kelelawar mendarat diatas bendera yang dibawanya.
Sang Raja menganggap itu sebuah pertanda baik. Tak lama kemudian Raja James I memberikan kemerdekaan pada kerajaan Valencia, sekaligus membebaskan mereka dari penguasaan kerajaan Catalan dan Aragonese. Karena itulah, Raja James I dianggap sebagai salah satu pahlawan bagi masyarakat Valencia.
Prestasi:
Gelar Domestik
Enam kali juara La Liga: 1941/42, 1943/44, 1946/47, 1970/71, 2001/02, 2003/04
Tujuh kali juara Piala Raja: 1941, 1949, 1954, 1967, 1979, 1999, 2008
Dua kali juara Supercopa Spanyol: 1949, 1999
Selasa, 31 Maret 2015
La Liga
La Liga
| Negara | |
|---|---|
| Konfederasi | UEFA |
| Dibentuk | 1929 |
| Jumlah tim | 20 |
| Tingkatan | 1 |
| Degradasi ke | Segunda División |
| Kejuaraan domestik | Copa del Rey |
| Kejuaraan internasional | Liga Champions Liga Eropa |
| Juara bertahan | Atlético Madrid (2013–14) |
| Klub tersukses | Real Madrid (32 gelar) |
| Stasiun televisi penyiar | Cuatro & TVE (Highlights) Canal+ 1 GolT C+ Liga Cuatro Al Jazeera Sports RCTI (Indonesia) |
| Situs web | www |
Liga de Fútbol Profesional ("Liga Sepak Bola Profesional"), biasa dikenal dengan nama La Liga atau Primera División adalah liga sepak bola paling tinggi di Spanyol. Didirikan pada tahun 1929, liga ini secara teratur mengadakan kompetisi tahunan. Pada saat ini, ada 20 kesebelasan tim yang tergabung di dalamnya. Tim yang meraih gelar juara terbanyak hingga ialah Real Madriddengan 32 kali disusul FC Barcelona dengan 20 kali. Hanya ada tiga tim sepanjang sejarah La Liga yang belum pernah terdegradasi, yaitu Real Madrid, FC Barcelona, dan Athletic Bilbao.
Format
Tiga tim terendah di La Liga akan diturunkan ke Segunda División, dan dua tim teratas dari Segunda División dipromosikan ke La Liga, dengan klub tambahan dipromosikan setelah melakukan pertandingan play-off yang melibatkan tim peringkat ketiga, keempat, kelima dan keenam. Di bawah ini adalah catatan lengkap tentang berapa banyak tim yang bermain di setiap musim sepanjang sejarah liga;
|
Juara
Tahun ke tahun
Klub paling berprestasi
| Klub | Juara | Runner-up | Tahun Juara |
|---|---|---|---|
| Real Madrid | 1931-32, 1932-33, 1953-54, 1954-55, 1956-57, 1957-58, 1960-61, 1961-62, 1962-63, 1963-64, 1964-65, 1966-67, 1967-68, 1968-69, 1971-72, 1974-75, 1975-76, 1977-78, 1978-79, 1979-80, 1985-86, 1986-87, 1987-88, 1988-89, 1989-90, 1994-95, 1996-97, 2000-01, 2002-03, 2006-07, 2007-08, 2011-12 | ||
| FC Barcelona | 1928-29, 1944-45, 1947-48, 1948-49, 1951-52, 1952-53, 1958-59, 1959-60, 1973-74, 1984-85, 1990-91, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1997-98, 1998-99, 2004-05, 2005-06, 2008-09, 2009-10, 2010-11, 2012-2013 | ||
| Atlético Madrid | 1939-40, 1940-41, 1949-50, 1950-51, 1965-66, 1969-70, 1972-73, 1976-77, 1995-96, 2013-14 | ||
| Athletic Bilbao | 1929-30, 1930-31, 1933-34, 1935-36, 1942-43, 1955-56, 1982-83, 1983-84 | ||
| Valencia CF | 1941-42, 1943-44, 1946-47, 1970-71, 2001-02, 2003-04 | ||
| Real Sociedad | 1980-81, 1981-82 | ||
| Deportivo de La Coruña | 1999-00 | ||
| Sevilla FC | 1945-46 | ||
| Real Betis | 1934-35 |
Pencetak gol terbanyak[sunting sumber]
| Peringkat | Kebangsaan | Nama | Periode | Gol | Penampilan | Rasio |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Telmo Zarra | 1940–1955 | 251 | 277 | 0.91 | |
| 2 | Hugo Sánchez | 1981–1994 | 234 | 347 | 0.67 | |
| 3 | Raúl | 1994–2010 | 228 | 550 | 0.41 | |
| 4 | Alfredo di Stéfano | 1953–1966 | 227 | 329 | 0.69 | |
| 5 | Lionel Messi | 2004– | 253 | 289 | 0.87 | |
| 6 | César Rodríguez | 1939–1955 | 223 | 353 | 0.63 | |
| 7 | Quini | 1970–1987 | 219 | 448 | 0.49 | |
| 8 | Pahiño | 1943–1956 | 210 | 278 | 0.76 | |
| 9 | Edmundo Suárez | 1939–1950 | 195 | 231 | 0.84 | |
| 10 | Carlos Santillana | 1970–1988 | 186 | 461 | 0.40 | |
| 11 | Juan Arza | 1943–1959 | 182 | 349 | 0.52 | |
| 12 | David Villa | 2003– | 180 | 334 | 0.54 | |
| 13 | Guillermo Gorostiza | 1929–1945 | 178 | 256 | 0.70 | |
| 14 | Isidro Lángara | 1930–1948 | 165 | 142 | 1.16 | |
| 15 | Cristiano Ronaldo | 2009– | 202 | 179 | 1.12 | |
| 16 | Samuel Eto'o | 1998–2009 | 162 | 280 | 0.58 | |
| 17 | Luis Aragonés | 1960–1974 | 160 | 360 | 0.44 | |
| 18 | Ferenc Puskás | 1958–1966 | 156 | 180 | 0.87 | |
| 19 | Julio Salinas | 1982–2000 | 152 | 417 | 0.36 | |
| 20 | Adrián Escudero | 1945–1958 | 150 | 287 | 0.52 |
Langganan:
Komentar (Atom)
